Kamis, 28 Oktober 2010

Ritel

Pengertian

Apa Retailing itu ?
Pedagang eceran adalah perusahaan bisnis yang volume penjualannya semata berasal dari menjual secara eceran.

Ritel merupakan tahap terakhir dalam suatu saluran distribusi, yang berisi orang-orang dan bisnis yang terlibat secara fisik dalam menggerakkan dan memindahkan kepemilikan jasa dan barang barang dari produsen ke konsumen
Manufactur > wholesaler > retailer >final consumer

Apa yang dilakukan Pengecer?
Fungsi ritel :
1.Menyediakan beraneka macam produk,
Supermarket bisa menyediakan 20ribu -30 rb macam produk yang berasal dari lebih 500 perusahaan. Menawarkan berbagai merek, ukuran, desain, warna dan harga. Ada beberapa ritel yang hanya menyediakan kelompok produk tertentu

2.Membuka kemasan untuk contoh,
Untuk mempermudah dan menjaga kualitas, sebelum dikonsumsi, produk harus dikemas dengan baik agar tidak mudah rusak. Lalu ritel menawarkan produk tersebut dalam kuantitas yang lebih kecil untuk konsumen individu & rumah tangga. Ini dinamakan breaking bulk.

3.Kepemilikan persediaan,
Salah satu fungsi pengecer adalah menyediakan produk. Dan akan tersedia ketika konsumen menginginkannya. Sehingga, konsumen hanya perlu menyimpan produk di rumah dalam jumlah kecil, karena mereka mengetahui bahwa di saat memerlukan kembali, mereka cukup pergi ke ritel.

4.Menyediakan jasa,
Pengecer menyediakan jasa yang membuat pelanggan lebih mudah dalam membeli dan menggunakan produk :(•)Ada pengecer yang menawakan kredit; (•)Pengecer memajang produknya, sehingga konsumen dapat melihat dan mengujinya sebelum membeli; (•)Beberapa pengecer dilengkapi pelayan toko untuk menyediakan informasi tambahantentang produk

Jenis-Jenis Retailing
Meyer mengklasifikasikan retailing berdasarkan lima kriteria, yaitu tipe kepemilikan, produk atau jasa yang dijual, non-store retailing, strategi penetapan harga, dan lokasi

Tipe kepemilikan
Berdasarkan tipe kepemilikan, retailing dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu :
1.Independent retail firm, yaitu suatu outlet pengecer yang dimilikian dioperasikan secara independen dan tanpa afiliasi (penggabungan). Contohnya: warung, kios, atau toko barang kelontong yang dimiliki orang per orang, baik yang berlokasi di pasar regional, pasar Inpres, pasar tradisional, perumahan penduduk, jajaran rumah toko (ruko), maupun di lokasi-lokasi lainnya. Termasuk pula di dalamnya outlet yang dikelola oleh koperasi

2.Waralaba (franchising), yaitu suatu sistem pemasaran atau distribusi barang dan jasa, di mana sebuah perusahaan induk (franchisor) memberikan kepada individu atau perusahaan lain (franchisee) yang berskala kecil atau menengah dengan hak-hak istimewa untuk melakukan suatu sistem usaha tertentu melalui cara yang sudah ditentukan, selama waktu tertentu dan di suatu tempat tertentu pula. Franchisor biasanya menyediakan peralatan, produk atau jasa yang dijual, dan pelayanan manajerial. Sebagai imbalannya, franchisee harus membayar uang pangkal (initial franchise fee) dan royalti atas penjualan kotor, membayar management fee. membayar biay a sewa peralatan franchisor (bila ada), serta memasarkan produk dan jasa dengan cara-cara yang ditentukan oleh franchisor.

3.Corporate chain, yaitu suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih usaha/bisnis yang saling berkaitan atau berhubungan dalam satu manajemen dan dimiliki oleh suatu kelompok pemegang saham. Wujudnya bisa berupa jaringan toko serba ada (department store), pasar swalayan (supermarket), specialty store, maupun jaringan superstore. Contohnya adalah Matahari Group, Ramayana Group, Robinson Group, Cahaya Group, Hero Group, dan lain-lain. Keuntungan dari corporate chain ini adalah volume penjualan yang tinggi, kemampuan untuk membeli dalam kuantitas yang sangat besar, dan kemampuan untuk mempekerjakan karyawan dengan kemampuan khusus dalam pengembangan materi-materi promosi penjualan



Evaluasi Potensi Pasar
1.   Kondisi Ekonomi
Jumlah pendapatan dari para konsumen(calon), distribusi pendapatan diantara para ibu rumah tangga, sumber-sumber pendapatan di dalam wilayah tersebut, biaya hidup adalah faktor–faktor ekonomi penting yang berpengaruh pada pemilihan lokasi-lokasi
Jumlah tingkat pendapatan dibandingkan dengan angka biaya hidup akan menunjukkan apakah wilayah tersebut, kaya, miskin atau diantaranya
Dengan mengetahui distribusi pendapatan diantara penduduk, pengecer mungkin akan menemukan bahwa wilayah tersebut terdiri keluarga-keluarga menengah seluruhnya, atau mungkin ada sedikit yang berpenghasilan sangat tinggi dan sebagian besar keluarga-keluarga berpenghasilan rendah
Akhirnya, jumlah dan kekuatan dari sumber-sumber pendapatan akan menunjukkan indikasi stabilitas ekonomi. Jika ada berbagai karyawan yang berbeda-beda di dalam suatu wilayah atau masyarakat, akan kurang berpengaruh terhadap hancurnya ekonomi jika satu perusahaaan tutup atau pindah, atau hancur karena huru hara

2.       Populasi Penduduk
Bagi sebagian besar perusahaan, desain dari penawaran-penawaran mereka untuk segmen-segmen pasar yang khusus, pengetahuan tentang pola-pola pendapatan, usia, pendidikan dan status perkawinan di wilayah populasi penduduk adalah penting.
Beberapa aspek tingkah laku dari penduduk adalah juga penting dalam memilih lokasi
  •  Informasi tentang kebiasaan-kebiasaan berbelanja (dimana, kapan, dan berapa banyak yang dibeli) dan
  • Pola-pola pengeluaran (berapa banyak uang yang mereka belanjakan untuk setiap jenis barang) adalah sangat  berharga
Faktor–faktor ini menunjukkan pilihan-pilihan, selera–selera, sikap-sikap dari penduduk yang harus digunakan, sebagai contoh, dalam memutuskan tingkat kenyamanan dan kemudahan akses terhadap lokasi yang harus dimiliki
Beberapa pengecer mengumpulkan informasi-informasi ini langsung dari hasil survey konsumen

3.   Potensi persaingan
Para pesaing yang telah ada harus didata dan dipetakan dahulu di atas meja untuk menentukan, seberapa jauh mereka sudah mampu memenuhi kebutuhan pasar
Disamping lokasi-lokasi mereka, ukuran besar kecilnya toko mereka perlu dilihat dengan cara mengunjungi toko-toko pesaing tersebut. Kekuatan dari para pesaing dapat dilihat dengan cara mengobservasi dan menghitung pengunjung yang datang ke toko-toko tersebut pada waktu-waktu yang berbeda dalam satu hari selama beberapa hari.

4.   Tingkat Pertumbuhan
Seorang pengecer mencari stabilitas usaha dalam jangka panjang. Itulah sebabnya keputusan lokasi harus memperhitungkan keadaan wilayah tersebut di waktu yang akan datang.
Stabilitas dari perubahan populasi penduduk, pertumbuhan industri dan total volume penjualan Wholesale dan pengecer merupakan indikator yang baik terhadap pertumbuhan.
Ada wilayah-wilayah tertentu yang cenderung statis, cenderung menurun, dan yang cenderung terus tumbuh.


kepustakaan:
konsultan ritelanda
Hendri Makruf
Ngadiman 
Mumuh Mulyana Mubarak

Sabtu, 23 Oktober 2010

perilaku konsumen

pengertian
Apa yang dimaksud dengan perilaku konsumen?
menurut Engel: Perilaku konsumen merupakan tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini

Mengapa pengusaha atau pemasar mempelajari Perilaku Konsumen?
dengan mempelajari Perilaku Konsumen, maka pemasar dapat mengetahui secara jelas proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh konsumen dan pengaruh-pengaruh yang dihadapi dalam usaha memperoleh barang dan jasa yang dibutuhkan.

Apa yang diperebutkan dalam persaingan bisnis?
Persaingan Bisnis bisa berarti persaingan memperebutkan konsumen, pemenangnya bukan yang paling kuat atau besar tetapi yang bisa memenangkan hati konsumen dengan memahami prilakunya

Apa dasar keputusan konsumen?
pemasar perlu menyadari keputusan Konsumen untuk membeli barang atau menggunakan jasa tertentu didasarkan pada nilai, sikap, dan persepsi emosionalnya

keputusan low involvement
Apa yang dimaksud dengan keputusan Low Involvement?
Low Involvement diartikan Rendah keterlibatan atau sedikit berpikir. jadi keputusan low involvement adalah Konsumen tidak terlalu memikirkan apa yang harus dibeli, dimana harus membeli, dan lain-lain

Apa perbedaan Hirarkhi low involvement dengan Hirarkhi hight involvement?
Hirarkhi low involvement:
1 Kepercayaan terhadap merek pertama kali dibentuk oleh pembelajaran pasif
2 Setelah itu keputusan pembelian
3 Setelah pembelian, merek mungkin dievaluasi atau mungkin juga tidak

Hirarkhi high involvement:
1 Kepercayaan terhadap merek pertama kali dibentuk oleh pembelajaran merk dievaluasi
2 Keputusan pembelian dibuat

Bagaimana konsumen mengambil keputusan low involvement?
Dalam mengambil keputusan low involvement, konsumen tidak terlalu memikirkan apa yang harus dibeli, dimana harus membeli, dan lain-lain.
Contoh : beli gula, garam, Lombok (cabe), deterjen pasta gigi. ( barang : convenience goods)

Bagaimana konsumen mengambil keputusan high involvement?
Dalam mengambil keputusan high involvement, konsumen memikirkan apa yang harus dibeli, dimana harus membeli, merek, harga, kualitas, model, warna, dan lain-lain
Contoh : beli tas, sepatu, baju pesta, mobil dll ( barang: shopping goods)

Faktor-faktor apa yang mempengaruhi Perilaku Konsumen?
Faktor-faktor yang mempengaruhi periliku konsumen antara lain :
a. Faktor kebudayaan 
b. Faktor sosial
c. Faktor pribadi
d. Faktor gaya hidup
 

a. Faktor Kebudayaan (Culture Factor)
Budaya (culture), Kebudayaan adalah faktor penentu keinginan dan perilaku seseorang yang paling mendasar. Anak yang dibesarkan dalam sebuah masyarakatmempelajari seperangkat nilai dasar, persepsi, preferensi dan perilaku melalui sebuah proses sosialisasi yang melibatkan keluarga dan berbagai lembaga penting lainnya.

1) Budaya
2) Sub Budaya(Sub-Cultural)
Setiap budaya mempunyai sub-budaya yang lebih kecil, yang merupakan identifikasi dan sosialisasi yang khas untuk perilaku anggotanya. Kita dapat membedakan empat macam sub-budaya.
Kelompok Kebangsaan
Seperti Malaysia, India, China yang dijumpai di dalam kelompokkelompok besar dan menunjukan cita rasa dan kecenderungan suku bangsa yang berbeda.
Kelompok Keagamaan
Seperti Katolik, Islam, Protestan, Hindu dan Budha menampilkan sub-budaya dengan preferensi budaya dan larangan-larangan yang khas.
Kelompok Ras
Seperti orang Negro dan orang Asia yang mempunyai gaya budaya dan sikap yang berbeda.
Wilayah Geografi s
Wilayah geografis seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, merupakan sub-budaya yang berbeda dengan ciri-ciri gaya hidupnya.


3) Kelas Sosial (Social Class)
Kelas omoge adalah sebauah kelompok yang omogeny omogeny dan bertahan lama dalam sebuah masyarakat, yang tersusun dalam sebuah urutan jenjang, dan para anggota dalam setiap jenjang itu memiliki nilai, minat dan tingkah laku yang sama. Kelas sosial memiliki beberapa ciri, antara lain:
• Orang yang berada dalam setiap kelas sosial cenderung berperilaku serupa daripada orang yang berasal dari dua kelas sosial yang berbeda.
• Seseorang dipanadang mempunyai pekerjaan yang rendah atau tinggi sesuai dengan kelas sosialnya.
• Kelas sosial seseorang dinyatakan dengan berupa variabel, seperti jabatan, pendapatan, kekayaan, pendidikan, dan orientasi terhadap nilai.
• seseorang mampu berpindah dari satu kelas sosial ke kelas social lainnya – ke atas dan kebawah – dalam masa hidupnya sampai dimana perubahan itu tergantung pada ketat longgarnya lapisan sosial dalam status masyarakat.
Kelas sosial menunjukan perbedaan pilihan produk dan merk dalam status bidang tertentu seperti pakaian, perabot rumah tangga, aktivitas waktu senggang atau mobil. Bahkan dalam kategori media, kelas sosial pun juga berada dalam hal pilihannya

b. Faktor sosial
1) kelompok referensi (reference group)
2) keluarga ( family)
3) peranan dan status ( role & status )


c. Faktor pribadi
1) usia dan tahap siklus hidup ( age and cycle)
2) pekerjaan (occupation)
3) keadaan ekonomi ( economic condition)


d. Faktor gaya hidup
Gaya hidup seseorang adalah pola hidup seseorang dalam dunia kehidupan sehari-hari yang dinyatakan dalam kegiatan, minat dan pendapat (opini) yang bersangkutan.


Pelayanan pelanggan
pengertian pelayanan:
pelayanan adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan kepada pihak lain, pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun, produksi jasa mungkin berkaitan dengan produksi fisik atau tidak (Kotler)


Pelayanan adalah segala usaha penyediaan fasilitas maupun kegiatan tertentu dalam rangka mewujudkan kepuasan pembeli, baik sebelum maupun sesudah terjadinya transaksi jual beli (Devi)

pelayanan pelanggan berkaitan dengan kepuasan pelanggan, apa pengertian kepuasan.
Spreng et al (1996) menyatakan bahwa, “perasaan puas pelanggan timbul ketika konsumen membandingkan persepsi mereka mengenai kinerja produk atau jasa dengan harapan mereka.”

Menurut Zeithaml et al. (1996) kepuasan pelanggan merupakan perbandingan antara layanan yang diharapkan (expectations) dengan kinerja yang dirasakan (perceived performance)

kualitas layanan

Zeitham l, Berry and Parasuraman (1996) menyatakan, “ kualitas layanan merupakan suatu konsep yang terdiri dari lima dimensi. Kelima dimensi tersebut meliputi : tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty.” Kualitas layanan diukur melalui persepsi nasabah terhadap lima dimensi kualitas layanan tersebut.
Dimensi pertama, bukti fisik ( tangible ) bermakna tampilan berwujud yang diberikan perusahaan kepada pelanggan seperti fasilitas fisik, peralatan kantor, penampilan pegawai dan kelengkapan formulir. Dimensi kedua adalah suatu yang dapat dipercaya atau keandalan (reliability), yaitu kemampuan memberikan layanan yang dijanjikan secara akurat dan memuaskan. Daya tanggap (responsivenss) adalah dimensi ketiga dari kualitas layanan yang berarti kemauan karyawan bagian pelayanan dalam menolong pelanggan dan kesediaan untuk melayani pelanggan dengan baik, serta kemampuan karyawan dalam menyelesaikan transaksi. Dimensi keempat adalah jaminan (assurance), yaitu yang mencakup pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki para karyawan terhadap bidang tugasnya, sehingga bisa menimbulkan perasaan bebas dari bahaya, resiko atau keragu raguan pelanggan. Sedangkan dimensi yang kelima adalah emphaty (empaty), yaitu meliputi sikap ramah dan perilaku selalu menghargai yang ditunjukkan karyawan dalam melayani pelanggan, sikap karyawan yang selalu mendengar dan menghargai keluhan pelanggan. 


Maksud dari keberatan pelanggan adalah hal-hal yang membuat calon pelanggan merasa berat atau enggan untuk meneruskan jual beli/ transaksi untuk pembelian barang atau jasa. Keberatan-keberatan yang muncul dari calon pelanggan ini merupakan suatu persoalan bagi penjual sebelum calon pelanggan mengambil keputusan untuk membeli.

Adapun bentuk keberatan-keberatan calon pelanggan dapat berupa:
1.      Pertanyaan
Adalah pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan calon pembeli yang kecenderungannyya untuk membatalkan pembeliannya atau memang pertanyaan tersebut sebenarnya diada-adakan karena alasan untuk membatalkan pembelian. Misalnya menanyakan barang yang tidak tersedia di toko tersebut.
2.      Penolakan
Adalah ungkapan penolakan untuk membeli produk dengan alasan maupun tidak.
3.      Celaan
Adalah ungkapan mencela terhadap produk yang ditawar
4.      Penilaian
Adalah ungkapan penilaian terhadap produk yang dijual baik penilaian positif maupun negatif.
5.      Perbandingan dengan produk saingan
Adalah ungkapan membandingkan produk yang ditawarkan dengan produk, merk dan type, kualitas maupun harga produk lain.
6.      Ketidak sanggupan pembayaran
Adalah ungkapan keberatan calon pelanggan karena ketidak sanggupan spembayaran harga beli.


Konsumen yang merasa tidak puas akan bereaksi dengan tindakan yang berbeda. Berkaitan dengan hal ini, Singh dalam Tjiptono (1997) menyatakan ada tiga kategori tanggapan atau komplain terhadap ketidakpuasan, yaitu:
a. Voice response
Kategori ini meliputi usaha menyampaikan keluhan secara langsung dan/atau meminta ganti rugi kepada perusahaan yang bersangkutan. Bila pelanggan melakukan hal ini, maka perusahaan masih mungkin memperoleh beberapa manfaat. Pertama, pelanggan memberikan kesempatan sekali lagi kepada perusahaan untuk memuaskan mereka. Kedua, risiko publisitas buruk dapat ditekan, baik publisitas dalam bentuk rekomendasi dari mulut ke mulut, maupun melalui koran/media massa. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah ketiga, memberi masukan mengenai kekurangan pelayanan yang perlu diperbaiki perusahaan. Melalui perbaikan (recovery), perusahaan dapat memelihara hubungan baik dan loyalitas pelanggannya.
b. Private response
Tindakan yang dilakukan antara lain memperingatkan atau memberitahu kolega, teman atau keluarganya mengenai pengalamannya dengan produk atau perusahaan yang bersangkutan. Umumnya tindakan ini sering dilakukan dan dampaknya sangat besar bagi citra perusahaan.
c. Third-party response
Tindakan yang dilakukan meliputi usaha meminta ganti rugi secara hukum; mengadu lewat media massa (misalnya menulis di Surat Pembaca); atau secara langsung mendatangi lembaga konsumen, instansi hokum dan sebagainya.


Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengatasi persoalan adalah:
a.       Mengetahui apa saja keberatan yang diajukan;
b.      Mendengarkan segala keberatan yang diajukan, jangan memotong pembicaraan dan hindari pertengkaran;
c.       Mengulangi keberatan yang diajukan secara pelan-pelan tapi yakin segala keberatan dapat diatasi;
d.      Menunjukkan penghargaan kepada calon pelanggan atas keberatan yang disampaikan;
e.       Memberi kesempatan calon pelanggan untuk menyampaikan harapan;
f.       Mengulang kembali secara spesifi k;
g.       Menyampaikan gambaran alternatif pemecahannya;
h.      Mengambil tindakan sesegera mungkin untuk menyelesaikan keberatan sesuai prosedur yang berlaku.

Sikap dalam memberikan tanggapan terhadap keberataan yang muncul dari calon pelanggan
Dalam menanggapi dan mengidentifi kasi keberatan calon pelanggan dibutuhkan sikap yang baik sesuai dengan pedoman dasar pelayanan, yaitu:
a.       Layani pelangan dengan cepat, ramah dan sopan;
b.      Jangan terpancing emosi atas sikap calon pelanggan;
c.       Berikan informasi yang jelas dan benar tentang produk dan toko;
d.      Berikan tatapan yang menyenangkan kepada pelanggan;
e.       Hindari perdebatan dengan pelanggan;
f.       Jangan membeda-bedakan pelangan;
g.       Bekerja dengan penuh antusias;
h.      Berikan perhatian penuh saat melayani pelanggan.


 

sumber bacaaan :
Devi puspitasari, penjualan 1,2008

Rabu, 15 Juli 2009

price labeling

Tujuan pemberian label
Jika barang dagangan di toko banyak ragamnya, perlu dibuat label harga sedemikian rupa menariknya, untuk digunakan sebagai alat informasi, promosi dan kemudahan

Manfaat label
Bagi pengusaha : Menerima pesanan barang, Membuat faktur penjualan, Membuat brosur atau katalok
Bagi konsumen :Jenis barang yang akan dibeli, Tipe barang yang akan dibeli, Harga barang yang sesuai dengan daya beli, Syarat pembayaran.

Macam – macam label harga
Label harga yang ada di situbondo antara lain :Tanpa label harga, Label harga dengan angka, Label harga dengan huruf, Label harga dengan angka dan huruf, Label harga dengan garis.

Tanpa label harga
Di beberapa toko, sebagian besar dari toko kecil. Tidak memberi label harga pada barang yang dijual.Mereka membuat daftar harga barang dan di taruh di belakang show case

Label harga dengan angka
Di beberapa toko, sebagian besar dari toko kecil memberi label harga pada barang yang dijual dengan angka, biasanya ditaruh pada depan barang atau tempat barang di taruh. Baik gondola maupun yang lain seperti gelas atau yang lain.
Seperti gambar disebelah, harga barang ditaruh di media dan kemudian ditantapkan pada barang yang berangkutan (beras)
Cara membuat label :
Dengan manual:
Dengan menggunakan bollpoint atau spidol dan dituliskan pada kertas label yang tersedia di toko dengan ukuran 111, bahan kertas yang ada di sekitar kita atau lainnya, kemudian dipotong sesuai kebutuhan.
Dengan mesin price labeler
Dengan menggunakan mesin price labeling biasanya masih single line dan dituliskan pada bahan kertas yang sesuai dengan mesin tersebut, ada yang murah dan ada yang mahal

Label harga dengan huruf
Di beberapa toko, sebagian besar dari toko material dan elektronik memberi label harga pada barang yang dijual dengan huruf, biasanya ditaruh pada barangnya. Pada material dengan spidol sedangkan pada elektronik pada kertas label
Cara membuatnya
Masih ingAT pelajaran matematika di smp, tentang persekutuan matematika?
Persekutuan matematika dipakai sebagai dasar untuk membuat kode huruf pada harga barang, contoh :
1 ! 2 ! 3 ! 4 ! 5 ! 6 ! 7 ! 8 ! 9 ! 0
I ! R ! E ! N ! G ! M ! A ! C ! H ! O

Rp. 5 750 --> GAG
Rp. 25 000 --> RGO

Label harga dengan angka dan huruf

Kamis, 12 Februari 2009

Menyelesaikan Pembayaran Kredit Dan Tunai

A. penjualan kredit dan pembelian kredit
Penjualan barang dagangan dari seorang pedagang besar kepada pedagang menengah pada umumnya harga dari barang dagangan tidak dibayar dengan tunai tetapi dibayar dalam tempo tertentu. Misalnya seminggu, sebulan atau dua bulan setelah terjadi traksaksi penjualan. Penjualan seperti ini dinamakan penjualan kredit bagi pedagang yang menjual barang atau disebut kreditur, sedangkan bagi pedagang yang membeli barang tersebut dinamakan pembelian kredit atau debitur.

Pedagang menjual barang dagangan kepada konsumen dilakukan secara tunai namun pada saat ini banyak juga penjualan barang kepada konsumen dilakukan dengan kredit atau angsuran, terutama barang barang yang harganya mahal, sperti : kendaraan, TV, rumah, lemari es,mesin cuci, bahkan barang2 yang harganya murah pun dijual dengan angsuran. Penjualan kredit banyak dilakukan para pedagang sehubungan dengan persaingan yang semakin ketat dan jumlah barang yang sejenis semakin banyak beredar dengan harga bervariasi.

Cara penjualan kredit dikenal dengan beli angsuran. Beli angsuran berarti pembelian barang dagangan dengan pembayaran diangsur secara periodic baik harian, mingguan atau bulanan dan hak atas barang telah berada pada pembeli.
Syarat syarat penjualan atau pembelian kredit dan cara pembayarannya berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Adapun syarat penjualan dan cara pembayaran yang dapat dijadikan acuan dasar adalah :
1. n/30 : artinya pembayaran dilakukan paling lambat tiga puluh hari setelah transaksi
2. 2/10-n/30 : artinya pembayaran dilakukan paling lambat tiga puluh hari setelah transaksi, kecuali jika dalam jangka waktu kurang sepuluh hari akan mendapat potongan 2%.
3. n/10,EOM : ( End Of month) artinya pembayaran harus dilakukan paling lambat 10 hari setelah akhir bulan.
4. EOM : ( End Of month) artinya pembayaran harus dilakukan paling lambat akhir bulan.

Jika berdasarkan syarat diatas, penjualan kredit tidak dipenuhi maka kemungkinan penjualan akan mengenakan denda berupa bunga dan tidak diberikan potongan.


Contoh :
Jika UD MELATI (pedagang besar) menjual barang dagangan kepada Toko Panji ( pengecer) senilai Rp. 10.000.000,00 dengan syarat 5/10 – n /30, maka barang tersebut harus dibayar sebagai berikut :
1. Jika pembayaran dilakukan dalam jangka waktu 10 hari atau kurang
Harga barang dagangan = Rp. 10.000.000,00
Potongan = 5% x Rp. 10.000.000,00 = Rp. 500.000,00
Barang yang harus dibayar = Rp. 9.500.000,00

2. Jika barang dibayar diatas 10 hari
Toko Panji harus membayar penuh yaitu Rp. 10.000.000,00

3. Jika barang dibayar melebihi batas jatuh tempo
Jika barang dibayar melebihi batas jatuh tempoh yaitu lebih dari 30 hari, maka kemungkinan UD MELATI akan mengenakan bunga.

B. cara pembayaran kredit dan pembayaran tunai
Cara pembayaran dalam jual beli pada umumnya dapat dilakukan dengan pembayaran kredit dan tunai. Pembayaran kredit adalah pembayaran dilakukan beberapa waktu kemudian setelah penyerahan barang dilakukan. Sedangkan pembayaran tunai adalah pembayaran dilakukan seketika itu pada saat terjadinya transaksi. Disamping itu ada pula pembayaran dimuka, yaitu : pembayaran harga barang dalam waktu tertentu sebelum barang diterima atau disebut kredit pembeli.

Pembayaran kredit
Penjualan kredit dikenal dengan istilah beli angsuran dan beli sewa. Beli angsuran adalah harga barang dibayar dengan cara angsuran dan hak atas barang sudah pada pembeli. Sedangkan beli sewa adalah harga barang yang dibayar dengan cara angsuran tetapi sebelum harga barang lunas, hak atas barang masih ada pada penjual.

Contoh pembayaran kredit :
Panji membeli sebuah TV 29” merk Samsung secara angsuran kepada UD Bintang dengan harga jual kontan Rp. 3.500.000.00. dengan uang muka Rp. 500.000,00 dan sisanya dapat diangsur 7 kali angsuran bulanan, masing2 angsuran Rp. 500.000,00 angsuran pertama dibayar satu bulan setelah pembayaran uang muka.
Ditanyakan berapa persen(%) bunga setahun yang diperhitungkan oleh UD Bintang pada setiap angsuran.

Pembahasan :
Harga kontan Rp 3.500.000,00
Uang muka Rp 500.000,00 (-)
Pinjaman Rp. 3.000.000,00
Angsuran = 7 x Rp. 500.000,00 Rp. 3.500.000,00 (-)
Bunga Rp. 500.000,00
Lama rata2 = 1 + 7 / 2 = 4 bulan
Bunga 4 bulan = Rp. 500.000,00
Bunga 1 tahun = 12/4 x Rp. 500.000,00 = Rp. 1.500.000,00
Persen bunga = 1.500.000,00 / 3.000.000,00 x 100% = 30%

Pembahasan :
Jika ternyata ada seorang pembeli yang sanggup membayar uang muka Rp. 500.000,00 dan sisanya akan diangsung 3 kali angsuran dengan pembayaran angsuran sama besarnya dan pembayaran 3 bulanan pertama akan dibayar setelah uang muka
Ditanyakan :
Berapa besar angsuran tiap 3 bulan yang harus dibayar pembeli jika toko memperhitungkan bunga setahun 50%.
Harga kontan Rp. 3.500.000,00
Uang muka Rp. 500.000,00
Pinjaman Rp. 3.000.000,00

Lama rata2 = 3+9 / 2 = 6 bulan
Bunga 1 tahun = 50%
Bunga 6 bulan = 6/12 x 50% = 25%
Bunga 6 bulan x Rp. 3.000.000, 00 Rp. 750.000,00
Jumlah angsuran = Rp. 3.000.000,00 + Rp. 750.000,00 Rp. 3.750.000,00
Besarnya tiap kali angsuran = Rp. 3.750.000 : 3 Rp. 1.250.000,00
Berarti jika TV dibayar tunai maka harganya Rp. 3.500.000,00 dan jika dibayar kredit harganya menjadi Rp. 3.500.000,00 + Rp. 750.000,00 = Rp. 4.250.000,00

Pembayaran tunai
Pembayaran tunai merupakan pembayaran harga barang dagangan seketika itu ( kontan ) pada saat terjadi transaksi, cara pembayaran dapat dilakukan menggunakan uang, cek, bilyet giro, wesel, transfer atau inkaso. Dalam perdagangan besar maupun menengah biasanya jika membeli barang dibayar tunai akan mendapat potongan.

Contoh:
PT Erlangga sebagai penerbit buku menjual buku paket kepada toko buku Panji Situbondo sebanyak 1.000 examplar @ Rp. 20.000,00 dan disepakati jika pembayaran tunai diberi potongan 30%. Berapakah uang yang diterima penerbit atas penjualan buku tersebut.

Pembahasan :
Harga 1.000 examplar @ Rp. 20.000,00 Rp. 20.000.000,00
Potongan 30% x Rp. 20.000.000,00 Rp. 6.000.000,00
Jumlah uang yang diterima penerbit Rp-. 14.000.000,00

PUSTAKA :
Deni Hamdani, SPd, pelajaran Paket keahlian penjualan teori dan aplikasinya, CV. YRAMA WIDYA, 2002
Kholiq, Drs. 31 Januari 2009

Tugas
1. CV Belamusi menjual barang cetakan sebanyak 2.000 examplar @ Rp. 30.000,00. Jika pembayaran tunai, maka akan diberikan potongan sebesar 12,5%.
Hitunglah berapa jumlah uang yang diterima perusahaan tersebut.

2. Panji membeli sebuah motor merk Honda dengan harga kontan Rp. 12.500.000,00 dari UD Jaya Terang. Panji membayar uang muka Rp. 2.500.000,00 dan sisanya diangsur 10 kali angsuran bulanan, masing2 angsuran Rp. 1.200.000,00. Angsuran pertama dibayar satu bulan setelah pembayaran uang muka.
Hitunglah :
Berapa persenkah bunganya setahun

Kamis, 28 Agustus 2008

alat bantu verifikasi



  1. langkah-langkah persiapan pengoperasian alat Bantu verifikasi


    1. Pengertian verifikasi

    2. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, verifikasi artinya (n) pemeriksaan.
    3. Sanksi pidana

    4. Setiap orang yang dengan sengaja meniru atau memalsu uang rupiah yang berlaku sebagai alat pembayaran yang sah dengan maksud untuk mengedarkan atau menyuruh orang lain mengedarkan dan setiap orang yang membuat benda semacam uang rupiah yang berlaku sebagai alat pembayaran yang sah, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15(lima belas) tahun sebagaimana diatur dalam pasal 244 KUHP atau pasal IX UU No. 1 tahun 1946.
    5. Uang


      1. Uang kertas ( UK ) adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya

      2. Uang tidak layak edar ( UTLE ) adalah uang lusuh, uang cacat, uang rusak dan uang yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran.

      3. Uang cacat adalah uang hasil cetak yang spesifikasi teknisnya tidak sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh bank Indonesia

      4. Uang rusak adalah uang yang ukuran atau fisiknya telah berubah dari ukuran aslinya tetapi kondisi uang telah berubah yang disebabkan antara lain karena jamur, minyak, bahan kimia, coretan-coretan.
      5. Uang palsu adalah benda yang bentuknya menyerupai uang dan tidak memiliki tanda keaslian uang sebagaimana ditetapkan oleh Bank Indonesia.

    6. Tahun emisi Uang kertas












































    7. No Denom Tahun emisi
      1 100.000 1999
      2 100.000 2004
      3 50.000 1999
      4 50.000 2004
      5 20.000 1998
      6 20.000 2004
      7 10.000 1998
      8 5.000 -
      9 1.000 -

    8. Apa yang harus dilakukan bila menerima uang palsu


      1. Masyarakat umum melaporkan uang palsu tersebut kepada Bank Indonesia, Bank Umu atau pihak kepolisian

      2. Bank Umum melakukan hal-hal ebagai berikut :


        1. Menahan uang palsu tersebut dan tidak memberi penggantian.

        2. Menjaga fisik uang agar tidak rusak

        3. Mencatat identitas pelapor/penyetor

        4. Menyampaikan laporan ke Bank Indonesia



    9. Tanda pengaman

    10. Untuk mengetahui uang asli, kita harus tahu spesifikasi tanda keaslian uang sebagaimana ditetapkan oleh Bank Indonesia. Contoh spesifikasi tanda keaslian atau tanda pengaman yang ditetapkan oleh Bank Indonesia pada uang rupiah baru pecahan Rp. 100.000,- sebagai berikut :
      Tanda pengaman uang rupiah baru pecahan Rp. 100.000 tahun emisi 2004

      1. BAGIAN DEPAN


        1. Rectoverso "Gambar saling isi"

        2. Gambar logo BI yang beradu tepat saling mengisi pada bagian depan dan belakang akan terlihat utuh apabila diterawangkan kearah cahaya.
        3. Security thread " benang pengaman"

        4. Garis melintang dari atas ke bawah akan terbaca tulisan BI 100000 yang berulang ulang apabila diterawangkan ke arah cahaya.
        5. Watermark " tanda air"

        6. Tanda air gambar Pahlawan Nasional W.R Supratman akan terlihat dari kedua belah bagian uang apabila diterawangkan ke arah cahaya.
          Tanda pengaman baru
          Banknote paper " bahan uang"
          Bahan uang terbuat dari kertas khusus berwarna merah muda.
          Blind code " kode tunanetra"
          Kode tertentu untuk mengenali jenis pecahan bagi tuna netra dengan cara meraba kode tersebut.
          Optical variable ink " tinta berubah warna"
          Tinta OVI logo BI akan berubah dari warna kuning keemasan menjadi hijau apabila dilihat dari sudut pandang tertentu.
          Irisate " pigmen berubah warna"
          Jenis pigmen tertentu berbentuk dua garis akan berubah warna dari mera tembaga menjadi hijau, dan warna biru menjadi kuning keemasan apabila dilihat dari sudut pandang tertentu.
          Tanda pengaman lain
          Disamping ketiga unsur pengaman yang selalu dipakai, yaitu benang pengaman, tanda air dan gambar saling isi, pada pecahan Rp. 100.000 baru ini juga digunakan tanda pengaman lain, misalnya:
          Lambang Negara RI
          Gambar burung Garuda dicetak timbul dan terasa kasar apabila diraba.
          Micro-text "mikroteks"
          Tulisan berukuran sangat kecil yang hanya dibaca dengan menggunakan kaca pembesar


          Intaglio "cetak timbul"
          Angka nominal dan tulisan BANK INDONESIA terasa kasar apabila diraba
          Latent image " tulisan tersembunyi"
          Tulisana BI tersembunyi hanya dapat dilihat dari sudut pandang tertentu.


      2. BAGIAN BELAKANG


        1. Watermark " tanda air"

        2. Tanda air gambar Pahlawan Nasional W.R Supratman akan terlihat dari kedua belah bagian uang apabila diterawangkan ke arah cahaya.
        3. Security thread " benang pengaman"

        4. Garis melintang dari atas ke bawah akan terbaca tulisan BI 100000 yang berulang ulang apabila diterawangkan ke arah cahaya.
        5. Rectoverso " Gambar saling isi"

        6. Gambar logo BI yang beradu tepat saling mengisi pada bagian depan dan belakang akan terlihat utuh apabila diterawangkan kea rah cahaya.
          Tanda pengaman baru
          Asymmetric serial number "Nomor Seri yang tidak simetris"
          Runtutan huruf dan angka dengan ukuran makin membesar akan memendar dari bawah sinar ultra violet.
          Visible ink ' tinta tampak"
          Tinta gambar kepulauan Indonesia akan memendar di bawah sinar ultra-violet
          Tanda pengaman lain
          Micro-text "mikroteks"
          Tulisan berukuran sangat kecil yang hanya dibaca dengan menggunakan kaca pembesar


          Intaglio "cetak timbul"
          Angka dan tulisan nominal terasa kasar apabila diraba.



    11. Macam2 verifikasi


      1. Dilihat

      2. Uang dilihat dengan mata kepala orang itu sendiri yang akan memverifikasi
      3. Diraba

      4. Uang diraba dengan indra peraba orang yang akan memverifikasi
      5. Diterawang

      6. Uang diterawang di depan sinar matahari, lampu listrik dll

    12. Bagian bagian alat bantu verifikasi


      1. Stop kontak

      2. Kabel

      3. Rumah lampu

      4. Lampu dengan sinar ultra violet

      5. On/off


    13. Cara memperoleh alat bantu verifikasi


      1. Peorangan

      2. Alat bantu verifikasi bisa dibeli di toko yang menjual peralatan dan perlengkapan listrik
      3. Perusahaan

      4. Alat bantu verifikasi diambil di bagian sarana prasarana, yaitu dengan cara mengajukan permintaan: dengan mengisi formulir permintaan barang dan diserahkan kepada atasan langsung dan atau bagian sarana prasarana atau bagian peralatan pada perusahan yang bersangkutan

    14. Alat bantu verifikasi diperiksa agar akurat 100%

    15. Semua peralatan yang berkaitan dengan perdagangan diperiksa oleh dinas perdagangan baik di kabupaten setempat maupun propinsi setempat setiap periode tertentu
    16. Cara kerja alat bantu verifikasi


      1. Stop kontak di tancapkan di stop kontak sehingga aliran listrik masuk

      2. Tekan tombol on sehingga lampu ultra violet menyala

      3. Ambil uang yang akan diverifikasi dan taruh di bawah sinar ultra violet

      4. Sinar ultra violet menyinari bahan uang dengan bahan tertentu sehingga memendar dan kelihatan dengan mata telanjang



  2. Uang diverifikasi dengan menggunakan alat Bantu sesuai prosedur

  3. Prosedur mengoperasikan alat bantu verifikasi :

    1. Memasukkan stop kontak ke aliran listrik

    2. Menghidupkan on/of pada alat bantu verifikasi

    3. Menaruh uang di bawah sinar lampu ultra violet

    4. Melihat / memeriksa yang memendar dari uang tersebut

    5. Melaporkan hasil verifikasi


  4. Hasil verifikasi diperlihatkan dan diberitahukan kepada pelanggan

  5. Kasir, setelah menerima uang dari pelanggan dengan secara sembunyi atau tidak mencolok melaksanakan verifikasi uang yang diterima dari pelanggan.
    Hasil verifikasi diberitahukan kepada pelanggan dengan mengatakan : " uangnya Rp.100.00,- ya pak/bu/mbak! ". Misalnya uang yang diberikan oleh pelanggan sebesar Rp. 100.000,00


    Tujuan :


    1. Meyakinkan pada pelanggan dan diri kasir sendiri

    2. Membiasakan diri komunikasi dengan pelanggan

    3. Tidak terjadi salah faham

    4. Mengurangi kesalahan

    5. Menghindari konsumen curang


  6. Menjelaskan tatacara perawatan dan pengujian alat Bantu verifikasi
    Perawatan


    1. Ditempatkan pada tempat yang strategis secara permanen

    2. Di jauhkan dan dibersihkan dari debu

    3. Membersihkan bola lampunya dengan menggunakan kain lembut

    4. Membersihkan tempat bola lampunya dengan menggunakan kain lembut

    5. Bila selesai menggunakan segera matikan, dengan menekan off


  7. Menjelaskan prosedur pelaporan kerusakan alat kepada pihak yang berwenang


    1. Mengidentifikasi kerusakan

    2. Membuat catatan kerusakan pada blanko yang telah disediakan

    3. Melaporkan kepada atasan langsung

    4. Melaporkan kepada petugas yang berwenang



KEPUSTAKAAN
Brosur: uang rupiah baru pecahan Rp. 100.000 tahun emisi 2004 dari Bank Indonesia
surat edaran bank indonesia, no.9/37/DPU
formulir konfirmasi transaksi penawaran/permintaan uang layak edar (ULE) antar bank
peralatan, universal money tester, merk: evaco

Senin, 16 Juni 2008

janji kinerja sbi 2008

UKURAN KINERJA 2008

1. Akreditasi
a.Akreditasi A untuk 5 Program Keahlian

2. Kurikulum
a. Menerapkan KTSP untuk 5 PK yg telah disinkronisasi dengan IP nasional/Internasional, memenuhi standar isi, memenuhi SKL, menerapkan metode pengembangan akhlak mulia, budi pekerti luhur, kepribadian unggul, kepemimpinan, jiwa entrepreneural, jiwa patriot, jiwa inovator

3. Proses pembelajaran
a. Menerapkan pembelajaran bilingual dan berbasis ICT pada 5 mapel (sains, matematika, dan inti kejuruan)
b. Memiliki modul terstandar (bilingual) pada 5 PK masing2 10 modul

4. Penilaian
a. Menerapkan Uji kompetensi dan sertifikasi dengan Institusi Pasangan bertaraf nas/Internasional pd 1 program keahlian

5. Pendidik
a.Score TOEIC pendidik pd 5 PK > 500

6. T. Kependidikan
a. Peningkatan leadership

7. Sarana dan Prasarana
a.Penataan dan pencitraan sekolah bertaraf internasional
b.Memiliki digital library dan pustaka digital
c.Memiliki standar training workshop, advance training workshop yg memenuhi standar min Sarpras pendidikan
d. 3 produk (barang/jasa) dipasarkan skala nasional (teaching factory)

8.Pengelolaan
a.Memiliki partner asing ( sharing bahan ajar, prakerin, dan penyerapan tamatan) memiliki sister school di LN

audit ekternal

SMK Negeri 1 Panji Situbondo pada hari rabu, kamis dan jum'at tanggal 16, 17 dan 18 April 2008, telah di audit SAI GLOBAL dengan auditor Bpk Sofyan effendi. pada closed meeting auditor menyatakan memberikan sertifikat SMM ISO 9001 - 2000